Posted by: ahahermanto | May 9, 2012

Metode Pembiakan Massal Riptortus linearis

METODE PEMBIAKAN MASSAL Riptortus linearis F.

  • Biologi Riptortus linearis

Kepik polong kedelai R. linearis memiliki tipe metamorfosis paurometabola yaitu terdiri dari telur, nimfa, dan imago. Telur R. linearis berbentuk bulat dan berwarna coklat. Dari empat ekor imago betina dihasilkan 104 butir telur. Lama stadium telur hingga menetas sekitar 6,37 ± 0,82 hari. Nimfa instar pertama mirip semut gramang, berwarna kekuning-kuningan, aktif bergerak dan mencari makan. Serangga yang hidup hingga instar 1 sebanyak 93 ekor dengan rata-rata lama stadium 2,06 ± 0,76 hari. Menurut Prayogo & Suharsono (2005), stadium instar I berlangsung 1-3 hari. Instar II juga mirip semut gramang, berwarna coklat kekuningan, aktif bergerak, dan mencari makan. Rata-rata lama stadium instar II adalah 4,75 ± 1,61 hari. Nimfa instar III berbentuk seperti semut rangrang, berwarna coklat, aktif bergerak tapi tidak seaktif instar I dan II. Rata-rata lama stadium instar III adalah 4,55 ± 2,28. Nimfa instar III yang hidup sebanyak 71 ekor. Nimfa instar IV mirip semut hitam, tidak seaktif instar satu dan dua. Stadium instar IV berlangsung 4,54 ± 2,27 hari. R. linearis yang hidup hingga instar IV sebanyak63 ekor dan yang mampu mencapai instar V sebanyak 55 ekor. Instar V berwarna hitam agak abu-abu, mirip semut hitam. Stadium instar V berlangsung 6,20 ± 1,58 hari. Pada beberapa invidu ada yang mengalami hingga instar VI dengan bentuk tubuh seperti nimfa instar V. Hanya ada 9 individu R. linearis yang berkembang hingga instar VI dengan rata-rata lama stadium 6,67 ± 1,12 hari. Hal ini diduga disebabkan oleh kondisi lingkungan dan kualitas makanan.

Stadia serangga yang dapat diperoleh dari lahan kedelai adalah stadia imago dan nimfa. Stadia nimfa dan telur tidak dapat dibedakan jenis kelamin dan spesiesnya. Stadia imago mudah dibedakan antara imago jantan dan betina.

Ciri khas serangga ini terdapat pada stadia imago, yaitu adanya garis putih kekuningan pada sepanjang sisi badannya. Imago R. linearis bertubuh memanjang dan berwarna kuning coklat. Jumlah imago yang hidup sebanyak 50 ekor. Imago memiliki sayap sehingga bisa terbang. Perbedaan antara imago jantan dan betina dapat terlihat pada bagian abdomen. Pada abdomen betina terdapat garis segitiga berwarna putih, sedangkan pada jantan hanya ada garis memanjang berwarna putih. Jika sudah berisi telur, serangga betina memiliki abdomen yang membesar dan menggembung pada bagian tengah, sedangkan abdomen jantan lurus ke belakang. Rata-rata lama stadium imago adalah 29,3 ± 13,75 hari. Lama perkembangan R. linearis dari telur hingga imago membutuhkan waktu 64,48 hari.

Berikut merupakan langkah – langkah yang dilakukan untuk pembiakan secara massal Riptortus linearis F. :

1. Mendapatkan Serangga Biakan

Untuk mendapatkan imago maupun nimfa, perlu dicari pada tanaman kacang-kacangan yang telah membentuk polong, terutama tanaman kedelai dan kacang hijau. Imago dapat ditangkap dengan menggunakan tangan, terutama pada pagi hari dan sore hari. Cara ini kurang efektif. Cara koleksi imago R. linearis yang paling efektif adalah dengan menggunakan jarring serangga buatan Tadatora Okada (Peneliti Entomologi asal Jepang), karena jarring ini dilengkapi dengan kantong khusus pada bagian dasar jarring sehingga imago yang terjaring langsung masuk ke dalam kantong tersebut.

Waku itu juga harus membawa sangkar yang terbuat dari kain trikot dengan rangka terbuat dari kawat (Ø .. cm). Ukuran kurungan /sangkar adalah tinggi 50 cm dan garis tengah 15 cm (Gambar…….). Serangga yang terjaring langsung dimasukkan ke dalam sangkar. Di dalam sangkar telah pula dilengkapi dengan pakan yaitu kacang panjang yang telah berisi penuh supaya serangga yang terjaring tidak mati kelaparan dan kehausan.

Setelah sampai di laboratorium, serangga dipindahkan ke sangkar yang lain. Tiap stadia dari masing-masing spesies ditempatkan pada sangkar yang berbeda.

2. Cara Mendapatkan dan Menyiapkan Pakan untuk Nimfa Instar 3-5 dan Imago.

Pakan berupa kacang panjang yang telah berisi penuh yang didapatkan dari penjual sayur di pasar pada sore hari. Di laboratorium, kacang panjang dicuci dengan air kran dalam ember besar sebanyak 3-4 kali. Air pada kacang panjang dikeringanginkan di atas kain lap. Selanjutnya kacang panjang tersebut diikat pakai karet gelang sebanyak 3 buah kacang panjang yang panjangnya 75-80 cm ditambah 1 buah yang lebih pendek (5-7,5 cm). Ikatan-ikatan kacang panjang tersebut siap dipakai untuk pakan nimfa dan imago R. linearis. Kalau pakan tidak segera dipakai, dapat disimpan dalam lemari es. Caranya kacang panjang yang telah diikat dan telah keringangin tersebut dibungkus dengan kain lap atau kantung terigu kemudian bungkusan tersebut dimasukkan ke dalam  kantung keresek yang besar dan segera dimasukkan ke lemari es.

3. Pemeliharaan Imago R. linearis

Imago R. linearis hasil penjaringan seranggan di lahan kedelai atau lahan kacang hijau dimasukkan ke dalam sangkar kain trikot yang telah disediakan pakan (kacang panjang) dengan cara mencantolkan potongan kacang panjang yang lebih pendek ke rangka sangkar (kawat) pada bagian atas sangkar. Tiap sangkar disediakan 15-20 ikat kacang panjang. Banyaknya imago per sangkar berkisar antara 100 ekor jantan dan 100 ekor betina. Pakan diganti setiap dua hari sekali.

Untuk  tempat imago meletakkan telurnya, di antara ikatan pakan diletakkan ikatan benang siet berwarna putih. Telur dikoleksi setiap hari atau setiap dua hari tergantung pada keperluan. Benang yang mengandung telur tersebut diberi tanggal peneluran.

Untuki menghindari serangan semut terhadap R. linearis, maka sangkar pemeliharaan perlu diletakkan di atas ember yang pantatnya terendam dalam larutan detergen.

4. Pemeliharaan Telur R. linearis

Telur yang diletakkan imago pada benang siet diambil satu persatu dengan menggunakan tangan secara hati-hati supaya telur tidak pecah. Telur dari setiap tanggal peneluran dipelihara dalam cawan Petri. Pada lima hari setelah telur diletakkan, ke dalam cawan Petri dimasukkan sepotong kacang panjang segar untuk menciptakan kelembaban tinggi dan pakan nimfa setelah menetas pada hari ketujuh setelah telur diletakkan.

5. Pemeliharaan Nimfa R. linearis

Untuk pemeliharaan nimfa instar 1-2 dipersiapkan sangkar plastik mika yang bagian atasnya ditutup dengan kain nylon dan pada bagian dasarnya dipasang mangkuk plastic. Pada bagian dasar mangkuk diberi alas kertas berbentuk bulat. Ke dalam sangkar diberi 1-2 ikat kacang panjang. Selanjutnya nimfa instar 1 tersebut dipindahkan dari cawan Petri ke dalam sangkar plastic yang telah disediakan pakan. Sangkar tersebut diletakkan di baki plastic dengan … pada bagian bawah. Setelah nimfa mencapai instar-2 yang mendekati ganti kulit untuk masuk ke instar-3.

6. Pemeliharaan Nimfa R. linearis Instar-3, 4, dan -5

Sebelum nimfa instar-2 berganti kulit, nimfa dari sangkar plastik mika dipindahkan ke dalam sangkar kain trikot dengan rangka kawat yang di dalamnya sudah disediakan pakan kacang panjang. Pakan nimfa diganti tiap 2-3 hari. Setelah menjadi imago disediakan pakan dan media peneluran (benang siet).

Sumber :
Afifah, Lutfi. 2012. http://lutfiafifah.wordpress.com/2010/09/29/metode-pembiakan-massal-riptortus-linearis-f/

Wawan, Amanda dan Amali H. 2011. Statistika Demografi Riptortus linearis F. (Hemiptera: Alydidae) pada Kacang Panjang (Vigna sinensis L.)    IPB. Bogor

 

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: