Posted by: ahahermanto | May 5, 2012

Laporan Praktikum IPT” Purifikasi Isolat Patogen Tanaman”

LAPORAN PRAKTIKUM

ILMU PENYAKIT TUMBUHAN

“Purifikasi Isolat Patogen Tanaman”

 

Oleh:

Nama : Arif Hermanto

NIM : 0910480021

Asisten : Eko Famuji dan Dian Eka

JURUSAN HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2012


 

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang

Kultur murni atau biakan murni sangat berguna didalam mikrobiologi, yaitu untuk menelaah dan mengidentifikasi mikroorganisme, termasuk penelaahan terhadap ciri-ciri kultural, morfologis, fisiologis, maupun serologis. Berkenaan dengan kepentingan tersebut maka suatu upaya identifikasi memerlukan suatu popolasi yang terdiri dari satu macam mikroorganisme saja. Sebelum melakukan pemurnian (purifikasi) terhadap suatu patogen tanaman, maka patogen tanaman pertama kali harus diisolasi ke dalam media buatan dan dibiakkan secara aseptik. Patogen selalu berasosiasi dengan bagian tanaman yang sakit sehingga harus dilakukan isolasi. Namun demikian isolasi hanya dapat dilakukan untuk patogen yang dapat dikulturkan. Isolasi dapat menggunakan media umum, media semi-selektif maupun media selektif.

Proses purifikasi merupakan suatu hal yang  penting dalam mempelajari patogen tanaman untuk mengidentifikasi morfologi dan fisiologi. Prinsip kerja purifikasi cukup sederhana yakni dengan mengambil sejumlah kecil patogen pada suatu medium tertentu dan ditumbuhkan kembali untuk mendapat biakan murni.

Pada praktikum Ilmu Penyakit Tumbuhan, akan dipelajari secara seksama mengenai teknik pemurnian atau purifikasi terhadap patogen tertentu untuk mendapatkan suatu biakan murni.

 

1.2. Tujuan

Tujuan dari praktikum ini adalah:

  1. Untuk mengetahui teknik – teknik pemurnian (purifikasi) patogen tanaman.
  2. Untuk mendapatkan biakan murni dari patogen tanaman yang sudah diisolasi.

1.3. Manfaat

  1. Mampu melakukan teknik pemurnian biakan patogen tanaman dari media isoalasi.
  2. Mendapat biakan murni dari suatu jenis patogen yang sebelumnya sudah diisolasi, sehingga dapat digunakan untuk kepentingan identifikasi dan penelaahan terhadap patogen tersebut.


 

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

 

2.1.        Pengertian Purifikasi Isolat Patogen Tanaman

  • Pada prinsipnya purifikasi isolat patogen tanaman adalah memisahkan sejumlah kecil suatu koloni patogen.

 (Anonymousa, 2012).

  • Purifikasi adalah proses pemisahan yang dilakukan pada suatu koloni patogen tanaman yang tumbuh bersama kelompok koloni lain pada medium tertentu.

 (Anonymousb, 2012)

  • Purifikasi adalah upaya yang dilakukan untuk mendapatkan biakan murni dari koloni patogen tanaman yang dimaksudkan untuk diteliti lebih lanjut.

 (Anonymousc, 2012)

 

2.2.   Macam – macam  Teknik Purifikasi Isolat

 Metode-metode yang dapat digunakan untuk membuat biakan murni mikroorganisme antara lain cawan gores (sterak plate), cawan tebar, dan cawan tuang.

a. Teknik Dilusi (Pengenceran)  

 

Gambar 1. Teknik Dilusi (Rachdie, 2008)

Teknik dilusi sangat penting di dalam analisa mikrobiologi. Karena hampir semua metode perhitungan jumlah sel mikroba mempergunakan teknik ini. Tujuan dari teknik ini pada prinsipnya adalah melarutkan atau melepaskan mikroba dari substratnya ke dalam air sehingga lebih mudah penanganannya. Sampel yang telah diambil kemudian disuspensikan dalam akuades steril.

b. Teknik Pour Plate (Lempeng Tuang)

Teknik Pour Plate adalah suatu teknik dalam menumbuhkan mikroorganisme dalam media agar dengan cara mencampurkan media agar cair dengan stok kultur. Teknik ini umumnya digunakan pada metode Total Plate Count (TPC). Sedangkan teknik streak plate adalah suatu teknik dalam menumbuhkan mikroorganisme dalam media agar dengan cara menggores (streak) permukaan agar dengan jarum yang telah diinokulasi dengan kultur mikroba. Teknik ini menjadikan mikroorganisme tumbuh dan tampak pada goresan-goresan inokulasi bekas jarum (Radchie, 2008).

c. Teknik Streak Plate

 

Gambar 2 . Teknik Streak Plate  (Rachdie, 2008)

Teknik streak plate (lempeng gores) adalah suatu teknik di dalam menumbuhkan mikroorganisme di dalam media agar dengan cara menstreak (menggores) permukaan agar dengan jarum ose yang telah diinokulasikan dengan kultur bakteri. Dengan teknik ini mikroorganisme yang tumbuh akan tampak dalam goresan-goresan inokulum bekas dari streak jarum ose.

 

BAB III
METODE PRAKTIKUM

3.1. Alat dan Bahan serta Fungsi

  1. Alat
  • Jarum Ose            : Digunaka untuk mengambil/memindahkan koloni patogen.
  • Wrapping                         : Untuk membungkus media dan cawan petri.
  • Bunsen                 : Digunakan untuk sterilisasi alat
  1. Bahan
  • Alkohol                : Digunakan untuk sterilisasi
  • Spirtus                  : Sebagai bahan bakar bunsen
    • · Media PDA           : Untuk membiakkan biakan murni yang telah dipurifikasi. 

3.2.Pelaksanaan purifikasi isolat patogen tanaman (alur kerja + penjelasan)

  1. Sterilisasi tempat dan alat yang akan digunakan
  2. Ambil sejumlah kecil koloni patogen
  3. Dekatkan pada bunsen yang menyala
  4. Letakkan di media PDA
  5. Wrapping
  6. Amati dan foto

Sebelum melakukan pemurnian terhadap patogen yang sebelumnya diisolasikan ke dalam media PDA, tempat purifikasi dan juga alat – alat yang digunakan untuk purifikasi harus disterilisasi terlebih dahulu menggunakan alkohol dengan cara disemprotkan disekitar tempat yang akan digunakan untuk purifikasi dengan begitu kondisinya akan aseptik.  Langkah selanjutnya, alat –alat yang digunakan dicelupkan kedalam gelas berisi alkohol. Setelah itu, jarum ose yang digunakan untuk memindahkan koloni dibakar dari bagian pangkal dalam terus hingga ke bagian ujung sampai berpijar merah. Lalu bagian tepi cawan petri yang berisi kultur patogen hasil isolasi disterilisasi dengan cara dibakar dan  memutar tabung sehingga semua bagian bibir petri terkena api. Jarum  ose segera dimasukkan ke dalam cawan petri, untuk mengambil sedikit koloni patogen. Dalam mengambil koloni tersebut sebaiknya diambil bagian yang masih muda yaitu bagian tepi,  lalu segera dikeluarkan. Ketika memasukkan jarum ose jangan sampai menyentuh dinding tabung dan sebaiknya pengambilan koloni dilakukan di dekat pembakar Bunsen. Masing-masing cawan berisi biakan diambil sedikit dengan ose dan sedikit di congkel bagian yang ingin dimurnikan. Jarum ose yang mengandung koloni segera di sentuhkan pada cawan petri baru yang berisi Potato Dextrose Agar (PDA). Setelah koloni baru dipindahkan ke dalam media PDA baru, kemudian bagian tepinya dipanaskan kembali didekat bunsen setelah itu diwrapping dan diamati selama beberapa hari.

 

 

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil

Hari

Gambar

Keterangan

 1

 

 Biakan murni yang ditumbuhkan berwarna kuning kecoklatan. Dan bagian tepi berwarna kuning dominan.

4.1.Pembahasan

Gambar diatas adalah biakan murni dari hasil purifikasi terhadap isolat patogen yang terdapat pada daun apel. Dugaan sementara, gejala tersebut merupakan penyakit karat pada daun apel yang disebabkan oleh cendawan Marssonina coronaria. Biakan tersebut memiliki kenampakan morfologis yaitu berwarna kuning kecoklatan dan warna kuning dominan dibagian ujung koloni. Apabila dibandingkan dengan perkembangan cendawan yang lain, perkembangan cendawan Marssonina coronaria terbilang cukup lambat.

Menurut Lee et al (2011) Marssonina sp. agak sulit untuk dibiakkan secara in vitro karena pertumbuhan pathogen ini sangat lambat, umumnya menggunakan media PDA. Koloni berwarna coklat gelap sampai hitam tanpa daerah miselium, berbentuk keriput pada permukaan, dan dengan diameter 5-7 mm pada permukaan PDA setelah masa inkubasi 30 hari pada suhu 200C.

Secara umum hasil purifikasi dapat dikatakan berhasil sebab tidak terjadi kontaminasi dari cendawan yang lain.

Pada pengamatan yang dilakukan belum dapat ditentukan koloni jamur dari Marssonina sp. sehingga belum dapat dibuktikan apakah koloni jamur yang tumbuh pada media PDA adalah benar koloni dari jamur tersebut.

Untuk dapat mengetahui apakah benar koloni yang tumbuh pada media PDA adalah Marssonina coronaria. perlu dilakukan identifikasi dengan bantuan mikroskop. Jamur membentuk aservulus di bawah epidermis tumbuhan inan. Aservulus membentuk konidium, yang setelah masak akan bebas dengan menembus epidermis (Semangun, 2007).

KESIMPULAN

  • Purifikasi adalah proses pemurnian atau pemisahan sejumlah koloni patogen yang ditumbuhkan bersama koloni lain pada media tertentu.
  • Biakan murni terdiri dari suatu populasi sel yang berasal dari satu sel induk. Suatu jenis koloni mikroba yang terpisah dari koloni campurannya akan lebih mudah  untuk diamati. Selain itu teknik untuk memisahkan dan mendapatkan koloni tunggal serta pemeliharannya terdapat beberapa jenis. Teknik-teknik tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan.
  • Purifikasi dapat dikatakan berhasil karena tidak terjadi kontaminasi dari patogen yang lain.


 DAFTAR PUSTAKA

Anonymous. 2012. Praktikum Mikrobiologi Umum. http://kutankrobek.wordpress.com/2009/10/20/pratikum-mikrobiologi-umum-teknik-isolasi-dan-transfer-kultur/  diunduh 3 April 2012.

Lee et al. 2011. Biological Characterization of Marssonina coronaria Associated with Apple Blotch Disease. Mycobiology. 39 (3) : 200-205

Rachdie. 2008. Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Mikroba. http://rachdie .blogsome.com/2006/10/14/faktor-yang-mempengaruhi-pertumbuhan-mikroba/. Diakses pada tanggal 30 April 2012

Semangun, Haryono. 2007. Penyakit-Penyakit Tanaman Hortikultura Di Indonesia. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: