Posted by: ahahermanto | May 4, 2012

Ilmu hama Tanaman

PERHATIAN!!!!
MOHON DIBACA DENGAN SEKSAMA TIAP BAB YANG ADA PADA HALAMAN INI. TERIMA KASIH!!!!

‘‘Gejala dan Kerusakan akibat Serangan Hama”

Oleh :

Nama                   :        Arif Hermanto

      NIM          :        0910480021


 

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.   Latar Belakang

Hama merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman yang umumnya berupa binatang ataupun sekelompok binatang yang dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman budidaya dan menimbulkan terjadinya kerugian secara ekonomis. Akibat serangan hama produktivitas tanaman menjadi menurun, baik kualitas maupun kuantitasnya, bahkan tidak jarang terjadi kegagalan panen. Oleh karena itu kehadirannya perlu dikendalikan, apabila populasinya di lahan telah melebihi batas ambang ekonomik. Dalam kegiatan pengendalian hama, pengenalan terhadap jenis-jenis hama (nama umum, siklus hidup, dan karakteristik), inang yang diserang, gejala serangan, mekanisme penyerangan termasuk tipe alat makan serta gejala kerusakan tanaman menjadi sangat penting agar tidak melakukan kesalahan dalam mengambil langkah/tindakan pengendalian.

Dengan demikian, pada praktikum ini dilakukan pengamatan terhadap beberapa hal diatas terkait dengan hama termasuk tipe alat makan, gejala, kerusakan serta  tanda – tanda yang timbul dan terjadi akibat adanya serangan hama. Agar pemahaman mengenai persoalan tersebut bisa diperoleh dengan baik.

1.2.   Tujuan

  1. Mendapatkan pemahaman tentang hama, gejala, kerusakan dan tanda yang diakibatkan oleh serangan hama.
  2. Mengetahui macam – macam alat makan dari beberapa jenis hama.
  3. Mampu mencari hubungan antara tipe mulut hama dengan gejala kerusakan yang ditimbulkan.


 

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Hama, Gejala, Kerusakan dan Tanda

a. Hama

  • Hama adalah binatang atau sekelompok binatang yang menyebabkan kerusakan pada tanaman budidaya dan menyebabkan kerugian secara ekonomis (Anonymous ,2012).
  • Hama adalah suatu gangguan yang terjadi pada tanaman atau pada komoditas tertentu yang disebabkan oleh binatang sehingga menyebabkan terjadinya kerusakan dan kerugian secara ekonomis (Raharjo,2012).

b. Gejala

  • Gejala adalah adanya suatu perubahan yang terjadi pada suatu tanaman akibat serangan hama (Anonymous, 2012).
  • Gejala adalah adanya tanda – tanda ketika hama menyerang tanaman budidaya (Anonymous, 2012).

c. Kerusakan

  • Kerusakan adalah kehilangan yang dirasakan oleh tanaman akibat serangan OPT antara lain dalam bentuk penurunan kuantitas dan kualitas produksi (Anonymous, 2012).
  • Kerusakan adalah kondisi abnormal yang terjadi pada tanaman akibat serangan hama, dimana kondisi tersebut menyebabkan tanaman mengalami penurunan kapasitas produksi (Anonymous, 2012).

d. Tanda

  • Tanda adalah semua pengenal dari penyakit selain reaksi tumbuhan inang (gejala), misalnya bentuk tubuh buah parasit, miselium, warna spora, bledeok, lendir dan sebagainya (Anonymous, 2012).
  • Tanda adalah bekas atau jejak yang ditinggalkan oleh hama pada bagian tanaman (Anonymous, 2012).

2.2. Tipe mulut serangga dan gejala kerusakannya

a. Tipe alat mulut menggigit mengunyah

Jenis alat mulut ini terdiri atas sepasang bibir, organ penggiling untuk menyobek dan menghancur serta organ tipis sebagai penyobek. Makanan disobek kemudian dikunyah lalu ditelan. Secara struktural alat makan jenis ini terdiri dari:

(1). Labrum, berfungsi untuk memasukkan makanan ke dalam rongga mulut.

(2). Epifaring, berfungsi sebagai pengecap.

(3). Mandibel, berfungsi untuk mengunyah, memotong, atau melunakkan makanan.

(4). Maksila, merupakan alat bantu untuk mengambil makanan. Maxila memiliki empat cabang, yaitu kardo, palpus, laksinia, dan galea.

(5). Hipofaring, serupa dengan lidah dan tumbuh dari dasar rongga mulut.

(6). Labium, sebagai bibir bawah bersama bibir atas berfungsi untuk menutup atau membuka mulut. Labium terbagi menjadi tiga bagian, yaitu mentum, submentum, dan ligula. Ligula terdiri dari sepasang glosa dan sepasang paraglosa.

Identifikasi berdasarkan gejala serangannya yakni dengan memperhatikan tipe alat mulut menggigit dan mengunyah maka akan ditemukan bagian tanaman yang hilang, apakah dimakan, digerek atau digorok. Contoh serangga dengan tipe alat mulut menggigit mengunyah yaitu ordo Coleoptera, Orthoptera, Isoptera, dan Lepidoptera (Gendroyono, 2006).

b. Tipe alat mulut meraut dan menghisap

Tipe alat mulut ini diwakili oleh tipe alat mulut lebah madu Apis cerana (Hymenoptera, Apidae) merupakan tipe kombinasi yang struktur labrum dan mandibelnya serupa dengan tipe alat mulut menggigit mengunyah, tapi maksila dan labiumnya memanjang dan menyatu. Glosa merupakan bagian dari labium yang berbentuk memanjang sedangkan ujungnya menyerupai lidah yang berbulu disebut flabelum yang dapat bergerak menyusup dan menarik untuk mencapai cairan nektar yang ada di dalam bunga.

Hama ini meraut jaringan hingga keluar cairan , cairan ini kemudian dihisap paruh konikal. Jaringan yang terserang cenderung berwarna putih atau belang yang kemudian tampak mengerut (Gendroyono, 2006).

c. Tipe alat mulut menjilat mengisap (Sponge)

Tipe alat mulut ini misalnya pada alat mulut lalat (Diptera). Pada bagian bawah kepala terdapat labium yang bentuknya berubah menjadi tabung yang bercelah. Ruas pangkal tabung disebut rostrum dan ruas bawahnya disebut haustelum. Ujung dari labium ini berbentuk khusus yang berfungsi sebagai pengisap, disebut labellum.

Bahan pangan padat menjadi lembek dan busuk akibat ludah yang dikeluarkan hama ini untuk melunakkan makanan, kemudian baru dihisapnya (Gendroyono, 2006).

d. Tipe Alat Mulut Mengisap

Tipe alat mulut ini biasanya terdapat pada ngengat dan kupu-kupu dewasa (Lepidoptera) dan merupakan tipe yang khusus, yaitu labrum yang sangat kecil, dan maksila palpusnya berkembang tidak sempurna. Labium mempunyai palpus labial yang berambut lebat dan memiliki tiga segmen. Bagian alat mulut ini yang dianggap penting dalam tipe alat mulut ini adalah probosis yang dibentuk oleh maksila dan galea menjadi suatu tabung yang sangat memanjang dan menggulung.

Biasanya dimiliki oleh imago dari ordo lepidoptera. Serangga dewasa umumnya bukan merupakan hama yang bertindak sebagai hama adalah serangga yang mempunyai alat mulut mengunyah pada stadia larva (Gendroyono, 2006).

e.  Tipe Alat Mulut Menusuk Mengisap

Kepik, mempunyai alat mulut menusuk mengisap, misalnya Scotinophara (Heteroptera). Alat mulut yang paling menonjol adalah labium, yang berfungsi menjadi selongsong stilet. Ada empat stilet yang sangat runcing yang berfungsi sebagai alat penusuk dan mengisap cairan tanaman. Keempat stilet berasal dari sepasang maksila dan mandibel ini merupakan suatu perubahan bentuk dari alat mulut serangga pengunyah.

Serangga hama dengan tipe alat mulutnya menusuk dan mengisap gejala serangan yang ditimbulkan yaitu pada bagian tanaman akan ditemukan bekas tusukan stilet yang akan menyebabkan terjadinya perubahan warna atau perubahan bentuk pada bagian tanaman yang diserangnya (Gendroyono, 2006).


BAB III
METODOLOGI

 

3.1. Alat dan Bahan

a. Alat

1. Petridish sebagai wadah untuk melakukan pengamatan terhadap spesimen.

2. Lup sebagai alat untuk memperbesar dan mempermudah pengamatan.

3. Pensil digunakan untuk menggambar spesimen hama.

4. Kertas sebagai tempat untuk menggambar spesimen yang diamati.

5. Plastik sebagai tempat sementara untuk menyimpan spesimen hama.

b. Bahan

1. Klorofom digunakan untuk membius hama

2. Etyl Asetat digunakan untuk membius hama

4. Kapas bahan untuk menempelkan bahan pembius

5. Spesimen hama serta tanaman dan komoditas yang terserang hama

3.2 Cara Kerja

  1. Mempersiapkan alat dan bahan
  2. Meletakkan spesimen yang sudah dibius di cawan petri
  3. Amati spesimen dengan Lup
  4. Amati dan Gambar hasilnya

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

 

4.1. Hasil (Gambar Tangan dan Literatur)

Nama + Gejala

Gambar

Belalang Kayu (Valanga nigricornis)

 

gejala

Sithopilus oryzae

Gejala

Tribolium castaneum

 Gejala 

Spodoptera litura

 gejala

Erionata thrax

 gejala

4.2. Pembahasan (Bandingkan dengan literatur)

Pada praktikum ilmu hama tanaman ada lima spesies hama yang diamati terkait dengan morfologi, gejala serangan dan tipe mulut hama. Kelima jenis hama tersebut antara lain adalah belalang kayu (Valanga nigricornis), Sithopilus oryzae, Tribolium castaneum,  Spodoptera litura dan Erionata thrax.

Berdasarkan hasil identifikasi, dapat diketahui bahwa dari kelima hama tersebut menimbulkan gejala serangan yang sama yaitu ada bagian tanaman yang hilang dan berlubang, serta terdapat bekas gigitan. Kondisi tersebut menunjukan bahwa bagian – bagian tanaman tersebut telah dirusak dengan cara digigit dan dikunyah karena selain terdapat bekas gigitan, pada bahan simpan yang diamati juga terdapat semacam tepung bekas kunyahan. Gejala serangan seperti demikian, menunjukkan bahwa tipe mulut dari hama tersebut adalah menggigit – mengunyah.

Ciri morfologi yang merupakan pembeda seperti metamorfosis, tipe alat mulut, bentuk kepala, sifat antena, sifat kaki (letak koksa, rumus tarsi, kuku, bantalan), venasi sayap, sifat abdomen, dan sebagainya. Gejala serangan hama pada tanaman sangat ditentukan oleh tipe alat mulutnya.. Pada umumnya metode identifikasi dilakukan yaitu dengan menggunakan kunci determinasi, mencocokkan dengan gambar, mencocokkan dengan spesimen yang sudahdiketahui namanya dan menanyakan kepada ahlinya (taksonom) (Agus, 2008).

Identifikasi berdasarkan gejala serangannya yakni dengan memperhatikan tipe alat mulut menggigit dan mengunyah maka akan ditemukan bagian tanaman yang hilang, apakah dimakan, digerek atau atau digorok, sedangkan kalau tipe alat mulutnya menusuk dan mengisap maka pada bagian tanaman akan ditemukan bekas tusukan stilet yang akan menyebabkan terjadinya perubahan warna atau perubahan bentuk pada bagian tanaman yang diserangnya (Agus, 2008).

Hal ini menunjukkan bahwa hasil identifikasi sesuai dengan beberapa rujukan yang dicantumkan diatas yaitu dari kelima spesimen hama yang diamati merupakan hama – hama dengan tipe mulut menggigit – mengunyah yang memiliki gejala serangan terdapat lubang dan bagian tanaman yang hilang serta bekas gigitan.


 

BAB V

KESIMPULAN

 

            Berdasarkan hasil praktikum yang dilakukan yaitu melalui identifikasi terhadap morfologi, gejala serangan dikaitkan dengan tipe mulut pada lima spesimen, menunjukkan bahwa Valanga nigricornis, Sithopilus oryzae, Tribolium castaneum, Spodoptera litura dan Erionta thrax memiliki tipe mulut menggigit – mengunyah.  Gejala serangan yang ditimbulkan adalah terdapat bekas gigitan, lubang dan bagian tanaman yang hilang karena sudah dimakan oleh hama.

Identifikasi semacam ini sebenarnya digunakan sebagai pemahaman untuk memahami karakteristik hama secara menyeluruh dengan harapan dapat melakukan upaya pengendalian yang tepat.

 

DAFTAR PUSTAKA

Agus, Nurariaty. 2008. Identifikasi Hama Tanaman. Jurusan hama dan penyakit tanaman Fakultas Pertanian-Universitas Hasanuddin. Makassar

Anonymousa, 2012. Pengertian Hama, gejala , Kerusakan dan Tanda. http://laporanpraktikumpertanian.blogspot.com/ diunduh tanggal 26 Maret 2012

Anonymousb, 2012. Tipe mulut serangga. http://majalahserangga.wordpress.com/2011/08/05/mengenal-alat-mulut-serangga/ diunduh 26 Maret 2012

Anonymousc, 2012. Gambar serangga hama dan inang. http://google.image.com/ Diunduh 26 Maret 2012

Gendroyono, Heru. 2006. Perlindungan Tanaman. Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura. Kalimantan Timur

Raharjo, B. T. 2012. Ilmu Hama Tanaman. Kuliah Ilmu Hama Tanaman. FP-UB. Malang

Semoga bermanfaat!!!


Responses

  1. makaci info na


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: