Posted by: ahahermanto | April 29, 2012

Laporan Praktikum IPT ” Isolasi Patogen Tanaman”

LAPORAN PRAKTIKUM

ILMU PENYAKIT TUMBUHAN

“Isolasi Patogen Tanaman”

Oleh :

    Nama            : Arif Hermanto

    NIM              : 0910480021

    Kelompok     : Jum’at, 7.30 WIB

   Asisten           : Eko famuji A.      

JURUSAN ILMU HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2012

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Sebelum melakukan pengamatan terhadap patogen baik berupa bakteri maupun jamur di laboratorium, terlebih dahulu kita harus menumbuhkan atau membiakan patogen tersebut. Mikroorganisme dapat berkembang biak dengan alami atau dengan bantuan manusia. Dengan berbagai teknik isolasi kita akan coba mengetahui teknik mana yang paling tepat dan paling baik untuk pertumbuhan patogen atau mikroorganisme.

Isolasi mikroorganisme mengandung arti proses pengambilan mikroorganisme dari lingkungannya untuk kemudian ditumbuhkan dalam suatu medium di laboratorium (Sarles, 1956).

Proses isolasi ini menjadi penting dalam mempelajari identifikasi mikrobia, uji morfologi, fisiologi, dan serologi (Soetarto, 2010).

Prinsip kerja isolasi patogen cukup sederhana yakni dengan menginokulasikan sejumlah kecil patogen pada suatu medium tertentu yang dapat menyusun kehidupan patogen. Sejumlah kecil patogen ini didapat dari bermacam-macam tempat tergantung dari tujuan inokulasi. Untuk itu, dalam praktikum “Ilmu Penyakit Tumbuhan” ini akan dilakukan isolasi terhadap beberapa patogen tanaman.

 

1.2. Tujuan

Tujuan praktikum kali ini adalah :

  1. Untuk mengetahui pengertian isolasi patogen tanaman.
  2. Untuk mengetahui teknik isolasi yang tepat.
  3. Untuk dapat mengidentifikasi gejala mikroskopis beberapa patogen tanaman.

1.3. Manfaat

Manfaat dari praktikum yang telah dilakukan adalah:

  1. Mangetahui dan memahami tentang pengertian dan teknik isolasi patogen dengan benar.
  2. Mampu melakukan identifikasi terhadap gejala serangan patogen secara mikroskopis maupun secara makroskopis.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

 

2.1.    Pengertian Isolasi Patogen Tanaman

  • Isolasi mikroorganisme ialah proses pengambilan mikroorganisme dari lingkungannya untuk kemudian ditumbuhkan dalam suatu medium di laboratorium. Proses isolasi ini menjadi penting dalam mempelajari identifikasi mikrobia, uji morfologi, fisiologi, dan serologi. Sedangkan pengujian sifat-sifat tersebut di alam terbuka sangat mustahill untuk dilakukan.

(Pelczar,1986)

  • Isolasi merupakan tindakan karantina bagi tanaman yang terserang penyakit baik cendawan, virus maupun jamur agar dapat diteliti dan praktikum isolasi patogen ini dilakukan untuk mengetahui patogen penyebab penyakit pada tanaman dari golongan bakteri.

(Anonymous, 2012)

  • Isolasi patogen adalah proses mengambil patogen dari medium atau lingkungan asalnya dan menumbuhkannya di medium buatan sehingga diperoleh biakan yang murni. Patogen dipindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya harus menggunakan prosedur aseptik. Aseptik berarti bebas dari sepsis, yaitu kondisi terkontaminasi karena mikroorganisme lain.

(Singleton dan Sainsbury, 2006).

  • Isolasi adalah mengambil mikroorganisme yang terdapat di alam dan menumbuhkannya dalam suatu medium buatan. Proses pemisahan atau pemurnian dari mikroorganisme lain perlu dilakukan karena semua pekerjaan mikrobiologis, misalnya telaah dan identifikasi mikroorganisme, memerlukan suatu populasi yang hanya terdiri dari satu macam mikroorganisme saja. Prinsip dari isolasi mikroba adalah memisahkan satu jenis mikroba dengan mikroba lainnya yang berasal dari campuran bermacam-macam mikroba. Hal ini dapat dilakukan dengan menumbuhkannya dalam media padat sel-sel mikroba akan membentuk suatu koloni sel yang tetap pada tempatnya.

(Sutedjo dalam krisno, 2011).

  • Isolasi secara definitif adalah memisahkan suatu mikroba dari lingkungannya di alam. Kemudian ditumbuhkan sebagai bahan murni dalam media buatan dengan metode aseptis.

(Nursyam, 1985).

2.2.    Deskripsi Gejala Makroskopis Marssonina coronaria + Gambar

 

(Gambar gejala makroskopis Marssonina coronaria)

Gejala pada daun apel umumnya tampak 5-6 minggu setelah defoliasi (perompesan) buatan. Mula – mula pada daun ke – 4 dan ke- 5 dari pucuk timbul bercak – bercak coklat kehitaman, yang meluas menjadi bercak – bercak bulat dengan garis tengah 5 – 10 mm. bercak – bercak dapat bersatu sehingga membentuk bercak yang besar yang bentuknya tidak teratur. Bercak berwarna coklat kelabu dengan tepi keunguan. Akhirnya daun – daun kering dan rontok, sehingga tanaman dapat menjadi gundul. Pada buah yang masih kecil, penyakit menyebabkan timbulnya bercak – bercak kecil berwarna coklat. Buah yang sakit tidak dapat berkembang biasa dan sering gugur sebelum masak. (Semangun, 2010)

BAB III
METODE PRAKTIKUM

 

3.1.    Alat, Bahan dan Fungsi

a.  alat

  1. Gunting                    : Untuk memotong bagian tanaman yang terkena serangan patogen.
  2. Cutter                       : Untuk memotong bagian tanaman yang terkena serangan patogen.
  3. Pinset                       : Untuk memindahkan potongan sampel bagian yang bergejala.
  4. Cawan Petri              : Sebagai tempat media (isolasi), alkohol, khloroks dan aquadest.
  5. Bunsen                      : Untuk menciptakan kondisi aseptis.
  6. Gelas ukur                : Untuk tempat alkohol (sterilisasi alat)
  7. Wrapping                  : Untuk meng-cover hasil isolasi di cawan petri.
  8. Kamera                     : Untuk mengambil gambar patogen hasil isolasi.

b. bahan

  1. Daun apel bergejala  : Objek pengamatan (diambil bagian bergejala dan diisolasi)
  2. Khlorox                    : Untuk membersihkan permukaan daun dari mikroorganisme lain.
  3. Alkohol                    : Untuk mensterilkan bahan.
  4. Aquadest                  : Untuk mebilas bahan yang telah dicuci.
  5. Media PDA              : Media pertumbuhan patogen yang diisolasi.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 HASIL

HARI Gambar Keterangan
 1   Muncul miselium berwarna putih kekuningan (pada potongan 1) , dan miselium berwarna putih disekitar potongan 3.
 2   Miselium berkembang dengan ukuran yang semakin membesar.
 3   Pada potongan 1, warna kuning tampak lebih dominan.
 4   Pada potongan 1, ukuran miselium semakin membesar dan warna kuning semakin mencolok. Pada potongan 3, mulai muncul miselium berwarna hitam kecoklatan.
 5   Pada potongan 1, warna kekuningan tampak di bagian tepi. Pada potongan 3, miselium bertambah besar. Pada potongan 2 tidak menunjukkan adanya perkembangan spora jamur. Nampak kontaminasi dari jamur Aspergillus niger (tanda kotak merah)

4.2 PEMBAHASAN

 Pada praktikum Ilmu Penyakit Tumbuhan tentang isolasi patogen , ada beberapa jenis patogen yang akan diisolasi ke dalam media buatan. Isolasi dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui teknik isolasi yang tepat serta mengidentifikasi patogen yang menyerang tanaman. Patogen yang menjadi objek yang akan saya isolasi dan selanjutnya akan diidentifikasi adalah cendawan Marssonina coronaria  penyebab karat pada daun apel.

Isolasi terhadap cendawan Marssonina coronaria telah dilakukan pada hari jum’at, dengan masing – masing cawan petri berisi media PDA diisi 3 potong bagian tanaman (daun apel), yang terserang cendawan Marssonina coronaria. Sedangkan pengamatan harian dimulai pada hari senin. Pada pengamatan hari pertama      , tampak bahwa pada potongan daun 1 muncul miselium jamur yang berwarna putih kekuning – kuningan, pada potongan daun 2 tidak menunjukkan adanya tanda – tanda perkembangan jamur M.coronaria, sedangkan pada potongan ketiga juga tidak nampak perkembangan miselium jamur, tetapi miselium berwarna putih tumbuh disekitar potongan daun ke 3 dengan jarak ± 1 cm dari potongan tersebut.

Pada pengamatan hari kedua, tidak nampak jenis cendawan baru yang muncul. Dari pengamatan tersebut yang terlihat adalah perkembangan dua jenis cendawan yang sebelumnya sudah tumbuh pada pengamatan pertama. Pengamatan selanjutnya, yaitu pada hari ketiga cendawan pada potongan daun pertama berkembang dan menunjukkan warna kuning yang lebih dominan terutama di bagian tepi. Sedangkan cendawan kedua, hanya menunjukkan pertambahan ukuran menjadi lebih besar. Pada potongan daun kedua, masih juga belum nampak adanya pertumbuhan mikroorganisme.

Pada pengamatan hari keempat, cendawan pada potongan daun 1 kondisinya masih sama dengan pada saat pengamatan sebelumnya, hanya saja ukurannya bertambah lebih besar dan warna kekuningan tampak semakin mencolok. Cendawan berwarna putih yang sebelumnya ditemukan juga berukuran semakin besar. Pada potongan daun 2, masih belum tampak adanya pertumbuhan mikroorganisme sampai pengamatan keempat ini. Sedangkan pada potongan daun 3, muncul miselium baru berwarna hitam kecoklatan. Miselium ini memiliki ciri – ciri yang sama dengan ciri – ciri cendawan M. coronaria.

Pada pengamatan hari kelima, cendawan pada potongan daun 1 berubah menjadi berwarna putih dominan di tengah, sedangkan warna kekuningan yang sebelumnya merata di bagian tengah, kini berada di bagian tepi miselium. pada potongan daun 2, sampai pengamatan kelima belum juga menunjukkan adanya perkembangan mikroorganisme. Pada cendawan berwarna putih yang berada di dekat potongan daun 3 juga tumbuh semakin membesar. Pada potongan daun 3, perkembangan cendawan yang diduga sebagai cendawan M. coronaria juga tumbuh semakin membesar. Pada pengamatan kelima, juga nampak adanya kontaminasi dari jamur Aspergillus niger yang berwarna kehitaman, yang sebenarnya muncul pada pengamatan hari keempat.

Beberapa jenis cendawan yang tumbuh pada media, belum semuanya dapat diketahui jenisnya karena belum diidentifikasi secara mikroskopis. Karena untuk upaya isolasi hanya didasarkan pada gejala makroskopis yang ada pada tanaman, sehingga masih ada kemungkinan adanya kontaminasi maupun perkembangan mikroorganisme lain yang tidak diinginkan.


BAB V
KESIMPULAN

  1. Isolasi patogen tanaman adalah proses pengambilan patogen dari medium atau lingkungan aslinya dan menumbuhkannya patogen tersebut pada medium buatan secara aseptik agar tidak terjadi kontaminasi dari mikroorganisme lain sehingga diperoleh biakan yang murni. Prinsip dari isolasi mikroba adalah memisahkan satu jenis mikroba dengan mikroba lainnya yang berasal dari campuran bermacam-macam mikroba. Hal ini dapat dilakukan dengan menumbuhkannya dalam media padat sel-sel mikroba sehingga akan membentuk suatu koloni sel yang tetap pada tempatnya.
  1. Gejala serangan Marssonina coronaria ialah mula – mula pada daun ke – 4 dan ke- 5 dari pucuk timbul bercak – bercak coklat kehitaman, yang meluas menjadi bercak – bercak bulat dengan garis tengah 5 – 10 mm. bercak – bercak dapat bersatu sehingga membentuk bercak yang besar yang bentuknya tidak teratur. Bercak berwarna coklat kelabu dengan tepi keunguan. Akhirnya daun – daun kering dan rontok, sehingga tanaman dapat menjadi gundul. Pada buah yang masih kecil, penyakit menyebabkan timbulnya bercak – bercak kecil berwarna coklat. Buah yang sakit tidak dapat berkembang biasa dan sering gugur sebelum masak.
  1. Hasil pengamatan harian menunjukkan bahwa gejala Marssonina coronaria diduga muncul pada potongan daun ke 3, tepatnya pada pengamatan hari ke empat. Identifikasi secara mikroskopis belum dilakukan sehingga belum dapat dipastikan apakah gejala tersebut adalah Marssonina coronaria atau bukan. Sedangkan cendawan lain yang juga ditemukan pada media tersebut, belum diketahui jenisnya secara pasti karena belum diidentifikasi secara mikroskopis.


 

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous, 2012. Isolasi Patogen. http://monroetiboti.blogspot.com/2011/10/isolasi-patogen.html diunduh tanggal 18 April 2012.

Krisno, Agus. 2011. Isolasi Mikroorganisme Dalam Proses Pembuatan Enzim Sebagai Hasil Produk Di Bidang Industri. http://aguskrisno.wordpress.com/2011/04/11/bakteri diunduh 18 April 2012.

Nursyam, Happy; Ahmad Soewarso dan Murachan. 1985. Buku Penuntun Praktikum Mikrobiologi. Universitas Brawijaya. Malang.

Pelczar, M. J. 1986. Chan Eement of Microbiology. Edisi 1. Penerjemah Ratna sri Hadioetomo et. al. UI Press. McGraw-Hill book company. [diunduh tanggal 18 April 2012].

Semangun, Haryono. 2007. Penyakit- penyakit tanaman hortikultura di Indonesia. Edisi Kedua. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Singleton dan Sainsbury. 2006. Dictionary of Microbiology and Molecular Biology 3rd Edition. John Wiley and Sons. Sussex, England.

Semoga bermanfaat!!!
File Doc download disini

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: