Posted by: ahahermanto | January 24, 2012

Konsistensi tanah

Konsisitensi merupakan ungkapan mekanik daya ikat antar partikel yang berkaitan dengan tingkat dan macam kohesi dan adhesi. Ini berarti konsistensi oleh kadar air tanah. Faktor-faktor lain yang berpengaruh adalah bahan-bahan penyemen agregat tanah, bentuk dan ukuran agregat, serta tingkat agregasi. Konsistensi berkaitan erat dengan faktor-faktor yang mempengaruhi struktur tanah, seperti tekstur, macam liat, dan kadar bahan organik. Tanah bertekstur sama dapat berbeda konsistensinya karena berbeda macam liatnya.Kohesi diwujudkan oleh tarikan molekuler yang terdapat pada tanah yang berpermukaan jenis besar, partikel-partikel tanah terletak dengan permukaan terluasnya saling berhadapan dan partikel-partikel berada dekat satu dengan yang lain. Kohesi paling besar terdapat dalam tanah kering dan menurun tajam dengan masuknya air di sela-sela partikel tanahAdhesi diujudkan oleh tegangan permukaan yang timbul pada antarmuka antara air dan udara dalam pori-pori tanah. Besarnya adhesi ditentukan oleh tegangan permukaan tiap satuan bidang singgung dan luas bidang singgung. Pada kadar air terbatas, tegangan permukaan pada tiap satuan bidang singgung tinggi (meniskus air sangat cekung), akan tetapi luas bidang singgung sempit, maka kekuatan adhesi kecil. Kenaikan kadar air memperluas bidang singgung dan hanya menurunkan sedikit tegangan permukaan tiap satuan bidang singgung, maka kekuatan adhesi meningkat. Kenaikan kadar air lebih lanjut meningkatkan luas bidang singgung dan menurunkansecara tajam tegangan permukaan tiap satuan bidang singgung (kecepatan meniskus air sangat berkurang). Akibatnya kekuatan adhesi hilang dan tanah berubah menjadi lumpur.Gambar 3-3 di bawah menunjukkan hubungan kohesi dan adhesi dengan kadar air dan konsekuensinya atas konsistensi tanah. Oleh karena konsistensi bergantung pada kadar air, perbandingannya harus dikerjakan pada keadaan lengas yang sama.Gambar 3-3. Hubungan Kohesi dan Adhesi dengang kelembaban Tanah dan Konsekuensinya atas konsistensi TanahKonsistensi dapat dibagi menurut tingkat kebasahan tanah :1. Tanah kering. Tanah berada pada tahana padat, tingkat nisbi konsistensi sangat tinggi dengan sifat sangat keras, keras, teguh atau rapuh, tergantung pada jumlah tapak singgung antarpartikel tiap satuan volum dan daya tumpu tinggi dengan pengukuran penetrometer. Kohesi menjadi pelaku utama.2. Tanah lembab. Tanah berada pada tahana setengah padat, tingkat nisbi konsistensi rendah dengan sifat lunak atau gembur dan agak lekat atautidak lekat dan daya tumpu cukup tinggi. Kohesi sama-sama menjadi pelaku utama.3. Tanah basah. Tanah berada pada tahan liat, tingkat nisbi konsistensi tinggi dengan sifat sangat liat, liat atau agak liat, dan sangat lekat, lekat atau agak lekat dan daya tumpu sangat rendah sampai rendah. Adhesi menjadi pelaku utama.4. Tanah sangat basah atau jenuh air. Tanah berada pada tahana lumpur (bubur), tingkat nisbi konsistensi sanagt rendah dengan sifat kental dan daya tumpu dapat dikatakan nihil.Atterberg membuat batas-batas konsistensi yang dikenal dengan batas-batas Atterberg. Batas-batas ini dapat digambarkan dengan diagram garis seperti gambar di bawah ini.Gambar 3-4. Batas-Batas AtterbergBatas Atterberg adalah persen berat kadar lengas tanah yang menendai terjadinya perubahan konsistensi secara nyata dan jelas. Nilai-nilai ini terutama digunakan dalam pekerjaan rekayasa teknik, namun secara terbatas juga dugunakan dalam bidang pertanian. Urutan konsistensi berikut dijumpai sewaktu tanah berubah secara berangsur dari jenuh air ke kering.1. Batas liat atas (BLA) atau batas cair (BC). Kadar lengas tanah yang membatasi konsistensi lumpur/bubur dan liat.2. Batas lekat (BL). Kadar lengas tanah yang konsistensinya berubah dari lekat ke taklekat. Adhesi mencapai puncak di BL. BL dapat berada di atas atau di bawah BC.3. Surplus (S). Selisih kadar lengas BL dengan BC. Dalam hal ini kadar lengas BL lebih tinggi daripada BC, dan S bernilai positif. Dalam hal sebaliknya, S bernilai negatif. S positif menandakan tanah ringan, bertekstur kasar sampai sedang, tingkat agregasi tinggi dan daya tambat air kecil. Untuk mencapai puncak adhesi diperlukan air lebih banyak. S bernilai negatif menandakan tanah berat, bertekstur halus, tingkat agregasi rendah dan daya tambat air besar. Puncak adhesi dapat dicapai dengan jumlah air lebih sedikit.4. Batas liat bawah (BLB) atau batas gulung (BG). Kadar lengas yang membatasi konsistensi liat dan setengah padat (takliat).5. Indeks keliatan (Ip). Selisih kadar lengas BLA dan BLB. Ip makin besar menandakan tanah makin liat. Diantara BLA dan BLB tanah bersifat basah.6. Batas berubah warna (BBW) atau batas kerut (BK). Kadar lengas tanah pada batas antara konsistensi setengah padat dan padat. BBW merupakan puncak kohesi. Di BBW tanah mulai mengering. Udara mulai mengisi pori-pori yang semula berisi air. Maka terjadi perubahan warna mendadak ke lebih muda. Tanah tidak dapat mengerut lebih jauh lagi.7. Jangka oleh (JO). Secara umum, tanah untuk pertanaman sebaiknya diolah dalam rentangan antara BLB dan BBW. Di bawah BBW tanah sudah kering dan memerlukan tenaga untuk mengolah terlalu banyak dan struktur tidak dapat terbentuk baik. Diatas BLB tanah sudah bersifat liat sehingga peka akan kerusakan struktur. JO adalah selisis kadar lengas BLB dan BBW. Mengolah tanah diantara BLA dan BL tidak baik karena selain struktur peka terhadap kerusakan juga memerlukan tenaga untuk mengolah banyak karena atanah berkonsistensi lekat (melekat pada alat-alat pengolah tanah). Kecuali pada pengolahan tanah sawah yang mana tanahnya justru diolah pada waktu tanah berkonsistensi lumpur. Struktur memang rusak, tetapi tenaga mengolah ringan.Tabel 3-3 di bawah ini menyajikan penggolongan secara kuantitatif batas-batas Atterberg. BBW rendah bersamaan dengan BLB tinggi menyebabkan tanah mudah diolah karena tersedia rentangan kadar lengas tanah yang lebar yang baik untuk mengolah tanah (JO lebar). BL tinggi dan S positif juga mengurangi kendala konsistensi tanah untuk mengolah.Tabel 3-3 . Pengggolongan kuantitatif batas-batas AtterbergHarkatKeliatanBLA – BLBRentanganBL – BLBRentanganBLA – BBWTeksturSangat rendahRendahSedangTinggiSangat tinggiLuar biasa tinggi0 – 56 – 1011 – 1718 – 3031 – 43> 431 – 34 – 89 – 1516 – 2526 – 40> 40<>100RinganBeratSangat beratRuang Pori dan Porositas TanahRuang pori total tanah adalah bagian tanah yang ditempati udara dan air. Persentase volume ruang pori total disebut porositas. Jumlah ruang pori ini sebagian besar ditentukan oleh susunan butir-butir padat.

Sumber Bacaan…

jamilahtnh.blogspot.com/2008/02/sifat-fisika-tanah.

id.shvoong.com/exact-sciences/…/1789438-ubi-jalar/ -

foragri.blogsome.com/ubi-jalar-sebagai-bahan-pangan-masa-depan/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: